Daerah

Warga Desa Neglasari Keluhkan Paket MBG, SPPG Tegaskan Jatah Tiga Hari

×

Warga Desa Neglasari Keluhkan Paket MBG, SPPG Tegaskan Jatah Tiga Hari

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Neglasari Keluhkan Paket MBG, SPPG Tegaskan Jatah Tiga Hari

KOROPAK.COM – CIAMIS –  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Neglasari menuai keluhan dari sejumlah penerima manfaat.

Sejumlah warga menilai paket asupan gizi yang disalurkan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Neglasari minim dan tidak sesuai konsep “makan bergizi” sebagaimana diharapkan.

Salah satu penerima manfaat berinisial Rr mengaku kecewa setelah menerima paket bantuan yang dinilai terbatas. Ia mengatakan hanya memperoleh dua kotak susu kemasan kecil, satu buah pir, serta satu bungkus roti tawar tanpa merek.

“Informasinya ini untuk satu minggu, tapi isinya hanya seperti ini. Kalau diuangkan, nilainya bisa dihitung sendiri,” ujar Rr kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).

Rr menilai paket tersebut tidak mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita untuk satu minggu.

Menanggapi keluhan, Kepala SPPG dapur Neglasari Pamarican, Dani Muhad Sumardani, menegaskan paket yang diterima warga bukan untuk satu minggu. “Itu jatah untuk tiga hari, yakni Senin, Selasa, dan Rabu. Bukan untuk satu minggu,” kata Dani saat dikonfirmasi terpisah.

BACA JUGA:  Pj. Wali Kota Tasikmalaya Hadiri Rapat Paripurna ke-12

Dani menjelaskan pihak SPPG telah menyampaikan informasi tersebut melalui para kader di lapangan, meski kemungkinan terjadi miskomunikasi antara petugas dan penerima manfaat. “Saya tegaskan kembali, suplai yang diterima masyarakat saat ini hanya untuk menutupi kebutuhan tiga hari,” ujarnya.

Dani juga mengungkapkan keterbatasan paket MBG terkait kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, anggaran operasional program MBG untuk dapur SPPG Neglasari dihentikan sementara sejak 25 Desember 2025.

“Saat ini juga sedang dilakukan pembaruan administrasi karena pergantian tahun anggaran. Operasional kami menyesuaikan dengan kondisi anggaran dari pusat,” jelasnya.

Meski demikian, SPPG Neglasari tetap berupaya menyalurkan bantuan yang tersedia agar program MBG berjalan selama masa transisi anggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!