Nasional

Viral! Wanita Nekat Pakai Seragam Pramugari Batik Air untuk Bohongi Keluarga

×

Viral! Wanita Nekat Pakai Seragam Pramugari Batik Air untuk Bohongi Keluarga

Sebarkan artikel ini
Viral! Wanita Nekat Pakai Seragam Pramugari Batik Air untuk Bohongi Keluarga
Doc. Foto: Poskota

KOROPAK.COM – JAKARTA – Seorang perempuan berinisial KN (23) nekat terbang dari Palembang menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan mengenakan seragam pramugari Batik Air. Aksi tersebut dilakukan bukan untuk menjalankan tugas, melainkan demi mempertahankan kebohongan kepada orangtuanya bahwa ia telah bekerja sebagai pramugari.

Kisah KN berakhir ketika kru Batik Air mencurigai kejanggalan seragam yang ia kenakan di dalam kabin pesawat. Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta dengan nomor ID 70-508.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengatakan KN sebelumnya sempat melamar sebagai pramugari Batik Air, namun gagal dalam proses seleksi. Karena merasa malu, KN memilih berbohong kepada keluarganya.

“Dia ngelamar kerja jadi pramugari, namun ternyata gagal,” ujar Yandri saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Saat hendak ke Jakarta, KN mengenakan seragam pramugari untuk meyakinkan keluarganya bahwa dirinya telah bekerja di maskapai tersebut. “Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,” jelas Yandri.

Untuk mempertahankan kebohongan itu, KN membeli berbagai atribut pramugari Batik Air melalui toko daring. Atribut tersebut meliputi seragam, koper berlogo Batik Air, hingga name tag. “Baju pramugarinya itu beli online shop. Termasuk kopernya juga,” kata Yandri.

Batik Air memastikan seluruh atribut yang digunakan KN bukan inventaris resmi perusahaan. Maskapai juga menegaskan tidak pernah mendistribusikan atau menjual atribut kepada pihak luar.

“Seluruh atribut yang digunakan oknum tersebut bukan inventaris resmi Batik Air, tidak pernah didistribusikan oleh perusahaan,” ujar Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Kecurigaan terhadap KN muncul saat kru kabin menjalankan inflight service. Mereka mendapati seorang penumpang mengenakan seragam pramugari yang terlihat janggal. “Kru kami mengenali adanya kejanggalan saat fase inflight service, kemudian melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan,” kata Danang.

Kejanggalan semakin terlihat dari motif rok yang berbeda dengan seragam pramugari Batik Air lainnya. Meski demikian, kru tidak membuat kegaduhan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan.

BACA JUGA:  Ucapan Soal Ahli Gizi Viral, Cucun Klarifikasi dan Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah pesawat mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, petugas Aviation Security (Avsec) menindaklanjuti laporan kru dan memeriksa KN. Ia tidak dapat menunjukkan identitas sebagai awak kabin Batik Air, sehingga dibawa ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk pemeriksaan lanjutan.

Di hadapan petugas, KN mengakui tidak bekerja sebagai pramugari dan sebenarnya masih mencari pekerjaan di Jakarta. “Sebenarnya dia masih cari kerja. Mengaku sudah bekerja itu karena malu sama keluarga,” kata Yandri.

KN juga mengaku sempat berniat mengganti pakaian di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Namun karena waktu boarding yang mepet, ia terpaksa naik pesawat dengan seragam pramugari tersebut.

“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta,” ujar Yandri.

Meski demikian, Batik Air menegaskan KN tercatat sebagai penumpang yang sah karena memiliki boarding pass resmi. “Berdasarkan hasil penelusuran, oknum tersebut tercatat sebagai penumpang yang sah, dengan membawa dan menunjukkan boarding pass resmi,” kata Danang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Batik Air memutuskan tidak melanjutkan proses hukum. Namun, KN diwajibkan menyerahkan seluruh atribut yang menyerupai seragam resmi maskapai serta membuat surat pernyataan dan video permohonan maaf.

“Barang-barang berbau Batik, seperti baju dan koper, disita. Ia juga membuat surat pernyataan dan video permohonan maaf,” kata Yandri.

Dalam video tersebut, KN menegaskan bahwa dirinya bukan pramugari Batik Air dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak maskapai dan Lion Group. “Video ini saya buat pernyataan dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun. Terima kasih,” ujar KN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!