KOROPAK.COM – JAKARTA – Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali kembali memicu sorotan tajam terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional.
Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, mendorong pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan audit sistem pengawasan pelayaran menyusul kecelakaan tersebut.
Irine menilai kejadian tenggelamnya kapal itu bukan peristiwa tunggal semata, melainkan mencerminkan masalah struktural dalam tata kelola keselamatan laut.
“Dalam waktu hanya 11 hari, tiga kapal mengalami kecelakaan di jalur pelayaran yang sama. Ini sinyal kuat bahwa sistem kita bermasalah baik dari aspek teknis, muatan, prakiraan cuaca, hingga lemahnya pengawasan,” ujar Irine dalam pernyataan resminya, Senin (7/7/2025).
Ia mengungkapkan bahwa sebelum tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, dua kapal lainnya lebih dulu mengalami insiden di perairan Selat Bali. KMP Gerbang Samudra 2 kandas di Gilimanuk pada 22 Juni 2025, diikuti oleh KMP Agung Samudra 9 yang mengalami nasib serupa keesokan harinya.
“Rangkaian kecelakaan ini menjadi alarm serius bagi keselamatan jalur pelayaran vital Jawa-Bali,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Irine pun mendorong Kementerian Perhubungan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh kapal penyeberangan di wilayah tersebut, termasuk pemeriksaan standar keselamatan, pelatihan kru, hingga penegakan prosedur operasional tetap (SOP) sebelum kapal diberangkatkan.
“Negara tidak boleh sekadar bereaksi setelah kecelakaan terjadi. Perlu ada kehadiran nyata melalui pengawasan dan langkah pencegahan yang konkret,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan disiplin SOP demi menjamin keselamatan masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut. “Setiap keberangkatan kapal mengangkut nyawa. Jangan sampai kita menunggu tragedi berikutnya baru bertindak,” tutup Irine.
Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu malam (3/7/2025) saat melayani rute Ketapang-Gilimanuk. Hingga Minggu (6/7), tercatat 30 orang berhasil diselamatkan, sementara 7 lainnya dinyatakan meninggal dunia.











