KOROPAK.COM – BANJARBARU – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 500 sekolah rakyat hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Pada Senin, 12 Januari 2026, Prabowo meresmikan 166 sekolah rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota.
“Sasaran kami adalah 500 sekolah rakyat sampai tahun 2029. Insya Allah akan tercapai,” ujar Prabowo saat peresmian di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menjelaskan, dari total target 500 sekolah, setiap sekolah akan menampung 1.000 siswa. Hingga saat ini, jumlah peserta didik mencapai 15.000 siswa.
“Saya menerima laporan mungkin akhir tahun ini akan mencapai 30.000. Tapi ujungnya sasaran kami adalah tiap kampus sekolah rakyat adalah seribu murid. Berarti sasaran kami nanti 500.000 murid,” jelasnya.
Tahap pertama pembangunan meliputi 166 unit sekolah dengan konsep asrama, yang mulai beroperasi secara bertahap dari Juli hingga awal Oktober 2025. Secara keseluruhan, sekolah rakyat tahap pertama menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan.
Pemerintah akan melanjutkan tahap kedua di 104 lokasi lainnya. Sekolah rakyat pada tahap kedua dirancang untuk menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan tekadnya untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem sebelum akhir masa jabatannya pada 2029.
“Cita-cita saya di akhir masa jabatan tahun 2029, bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem, desil 1 dan 2, bisa kami ubah nasibnya. Kami bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra ini optimistis target tersebut bisa tercapai. Menurut Prabowo, kabinetnya telah mencatat berbagai pencapaian sejak pemerintahannya dimulai pada Oktober 2024. “Bukan kami sombong, bukan kami membanggakan, tapi kami harus bangga dengan prestasi, kami harus bangga dengan bukti,” tandasnya.











