KOROPAK.COM – Pantai Goa Cina, salah satu surga tersembunyi di Malang, menawarkan pesona alam yang tiada duanya. Dikenal juga dengan nama Pantai Rowo Indah, pantai ini memiliki sejarah yang unik.
Sekitar 20 tahun yang lalu, seorang pertapa Cina ditemukan meninggal di dalam gua, dan sejak itu, pantai ini lebih dikenal dengan nama Pantai Goa Cina.
Pantai ini terletak sekitar 7 km dari Pantai Bajul Mati, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan untuk mencapainya. Akses jalan yang sudah memadai memudahkan pengunjung, meski harus berhati-hati karena medan yang berkelok tajam.
Keindahan pantai ini semakin memikat dengan adanya tiga pulau kecil di sekitarnya: Pulau Bantengan, Pulau Goa Cina, dan Pulau Nyonya, menambah daya tarik wisata alam yang ada di sini.
Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp15.000 untuk menikmati keindahan Pantai Goa Cina. Namun, biaya ini belum termasuk biaya parkir kendaraan, yang perlu diperhatikan oleh pengunjung yang membawa mobil atau motor.
Pantai ini buka 24 jam, memberi kesempatan bagi pengunjung untuk berkemah di area sekitar pantai. Meskipun begitu, pada saat libur Lebaran, pantai ini akan tutup selama tiga hari, dan akan kembali dibuka setelahnya.
Pantai Goa Cina menawarkan berbagai aktivitas yang bisa dinikmati pengunjung, selain menikmati keindahan alamnya. Salah satunya adalah menikmati matahari terbit dan terbenam yang luar biasa.
Pemandangan matahari terbit di pantai ini sangat menakjubkan, lebih jelas terlihat dibandingkan dengan pantai lainnya. Untuk menikmati sunrise, pengunjung bisa datang lebih awal, sekitar pukul 04.30, atau memilih untuk berkemah di pinggir pantai agar tidak ketinggalan momen berharga ini.
Sementara itu, matahari terbenam di Pantai Goa Cina tak kalah memukau. Pemandangan senja di sini bahkan disebut-sebut lebih indah daripada di Pantai Kuta, Bali. Dengan demikian, Anda tidak perlu pergi jauh-jauh ke Bali untuk menikmati keindahan sunset yang memikat.
Pantai Goa Cina juga memberikan izin bagi pengunjung yang ingin berkemah. Berbeda dengan pantai lain yang biasanya memungut biaya tambahan, di sini pengunjung dapat berkemah secara gratis.
Jika tidak membawa tenda, pengunjung bisa menyewa tenda dengan harga mulai dari Rp100.000, tergantung ukuran. Pengunjung juga diperbolehkan untuk menyalakan api unggun atau membakar ikan selama berkemah, asalkan menjaga kebersihan pantai.
Selain keindahan pantainya, Goa Cina juga menjadi daya tarik utama. Pengunjung bisa memasuki gua ini dengan membayar biaya tambahan.
Namun, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, seperti larangan bagi wanita yang sedang haid untuk memasuki gua dan perlunya menjaga sikap dan perilaku di dalam gua. Karena kondisi gua yang gelap, pengunjung juga diharapkan berhati-hati agar tidak terjatuh atau tersandung.
Pengunjung juga bisa menikmati waktu bersantai dengan piknik di pantai ini. Beberapa warung di sekitar pantai menyediakan tikar untuk alas, serta berbagai makanan dan minuman, seperti es degan dan ikan bakar.
Jika tidak membawa bekal, warung-warung tersebut juga menawarkan berbagai pilihan kuliner. Pengunjung diharapkan untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Selain di pasir, area sekitar pantai yang berbatu karang juga menjadi tempat yang ideal untuk menikmati makanan sambil mendengarkan deburan ombak yang menenangkan.
Pengunjung diharapkan untuk tidak berenang di Pantai Goa Cina karena gelombang ombak yang besar dan berbahaya. Aktivitas yang lebih aman adalah berjalan di tepi pantai, atau jika air surut, pengunjung bisa berburu kerang atau ikan kecil yang tersisa di bibir pantai.
Pantai ini juga dikenal dengan fenomena gelombang yang datang dari tiga arah yang berbeda—selatan, timur, dan barat—menyebabkan suara gemuruh yang langka, yang tidak dapat ditemukan di pantai lain.
Pantai Goa Cina menawarkan fasilitas yang cukup lengkap bagi pengunjung, di antaranya:
– Masjid Jabal Nur
– Toilet dan musala
– Warung makan dan minuman
– Penyewaan tenda dan tikar
Pantai ini terletak di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan dapat diakses melalui Jalur Lintas Selatan (JLS). Jalan menuju pantai ini sudah diaspal dengan baik, namun pengunjung perlu berhati-hati dengan jalan yang berkelok dan jurang yang ada di sekitarnya.











